Kawan Gloria, kami yakin diantara sahabat pernah mendengar
ungkapan bahwa “Sabar sih sabar, tapi sabar juga kan ada batasnya”. Jika memang
kesabaran ada batasnya, seberapakah batasan kesabaran itu?
Semestinya kesabaran itu tidak berbatas. Ia seluas langit,
sedalam perut bumi. Ia merupakan peralihan udara yang dibentuk menjadi satu
perbuatan.
Seperti pada kisah motivasi yang kami angkat berikut ini,
semoga kisah motivasi ini memberikan semangat bagi kita, untuk belajar mengasah
sabar dalam menghadapi hidup ini.Di suatu sore hari pada suatu desa kecil, ada
seorang yang sudah tua duduk bersama anak nya yang masih muda yang baru saja
diwisuda akan kelulusannya pada perguruan tinggi ternama di kota itu. Mereka
duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar
mereka.
Saat mereka berbincang-bincang, datang seekor burung hinggap
di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk jari ke arah burung itu sambil
bertanya,
“Nak, apakah benda hitam itu?” “Burung gagak, Ayah”, jawab
si anak.
Ayah-nya mengangguk-anggukkan kepala, namun tak berapa lama
kemudian, sang ayah mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya
kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit keras.
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa
dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku
bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk
memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan
yang berharga untuk anakku kelak.”
Kesabaran adalah turunan dari cinta. Ia merupakan
kesederhanaan sikap. Saking sederhananya, orang sabar kerap dianggap sebagai
seorang yang bodoh. Tetapi, jangan dikira kesabaran itu tidak memiliki daya.
Daya inilah yang akan mampu meletakkan diri kita yang sesungguhnya.
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi kemudian tak berapa lama si ayah kembali bertanya
dengan pertanyaan yang sama.
Si anak merasa sedikit bingung
dengan pertanyaan yang
sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
tidak lama kemudian,
sang ayah sekali lagi mengajukan pertanyaan
yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan
nada tinggi dan kesal kepada sang ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena
si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali
ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Sudah 5 kali
Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa
lagi yang Ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak Ayah….., burung gagak”, kata si anak dengan
nada yang begitu marah.
Kemudian si
ayah lalu bangun
menuju ke dalam
rumah meninggalkan si
anak yang kebingungan.Kemudian
si ayah keluar dengan sebuah buku di tangannya. Dia mengulurkan buku itu kepada
anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Ternyata buku tersebut adalah
sebuah diary lama.
Sambil menunjuk pada suatu lembaran pada buku si ayah
berkata, “Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,”.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur
lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk ke
arah gagak dan bertanya,
“Ayah, apa itu?” Dan aku menjawab, “Burung gagak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat
muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan
bersuara,
“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama
sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah. Engkau telah
dewasa anakku. Asahlah kesabaranmu. karena itu adalah salah satu kunci meraih
suksesmu”
Lalu si anak seketika memerah karena malu. Ia bersimpuh di
kedua kaki ayahnya meminta maaf atas apa yg telah ia perbuat.
Sahabat sekalian,
Dalam hidup, kesabaran adalah salah satu point penting untuk
meraih kesuksesan. Anda ingin sukses dalam pendidikan, maka sabarlah dalam
belajar. Cernalah pelajaran satu demi satu. Ingin sukses dalam berkarir,
bersabarlah dalam menyumbangkan produktifitas terbaik. Ingin sukses dalam
kehidupan dunia agar berhadiahkan surga? maka bersabarlah dalam mentaati
perintah sang Khaliq dan bersabar dalam beribadah, serta bersabar menahan diri
untuk tidak melanggar laranganNYa.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang sabar….Amin..
Sumber : http://salamsuper.co/belajar-mengasah-sabar/







Artikel
0 komentar:
Posting Komentar