Kawan Gloria, instruksi keras di
keluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada perguruan tinggi Negeri
atau PTN menjelang pemilu 2014.
Kemendikbud Mohammad Nuh di Lansir Jawa Pos
menegaskan, semua PTN dilarang menjadi pendukung atau Underbow Partai Politik
tertentu.M Nuh Mengaskan, tidak etis jika pemimpin PTN ikut dalam Politik
Praktis, bahkan sampai mengarahkan Mahasiswanya menyukseskan Parpol, caleg,
hingga capres tertentu. Nuh menyarankan, tidak bisa dimungkiri, pada tahun
Politik 2014 nanti, potensi godaan kepada PTN untuk berpolitik praktis tidak
bisa di bendung lagi.
Mumpung
masih ada waktu Nuh menngigatkan, para Pimpinan PTN diminta bisa membentangi
diri. Intruksi tersebut tidak berarti Kemendikbud tidak mau ikut menyukseskan
gelaran gelaran proses demokrasi lima tahuan. Namun, Pengelolan PTN boleh
menjadikan Mahasiswa untuk ikut memantau Pencoblosan, penghitungan, dan
sejenisnya. Bahkan, mendikbud tidak
melarang jika ada inisiatif PTN yang mengarahkan Mahasiswanya membantu Panitia
Pemilihan di daerah tertentu. Intinya, hanya ikut menyukseskan Pemilu saja. Secara
individu, Civitas Academica, termasuk Mahasiswa, berhak menyalurkan suaranya
dalam pemilihan Pemilu. Akan tetapi pihjaknya hanya menghimbau agar siapapun
nanti yang dipilih adalah pemilihan yang terbaik.
Reporter : Rini / Wahyu







Artikel
0 komentar:
Posting Komentar