Kawan Gloria, kebahagiaan dan keberhasilan
anak-anaknya adalah keberhasilannya, sama dengan kesedihan anak-anaknya sampai
kapanpun menjadi kesedihannya. Jangan pernah gengsi kepada kaum hawa yang berprofesi sebagai
Ibu rumah tangga, karena itu adalah tugas mulia dalam kehidupan berkeluarga. Saya
teringat dengan Curahan hati Ainun Habibie. Mengapa saya tidak bekerja/ bukankah
saya dokter, memang. Dan sangat mungkin saya bekerja
waktu itu. Namun saya
pikir, buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak
itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi, dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri, apa artinya tambahan
uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tak dapat saya timang
sendiri/ dan saya bentuk pribadinya se- einginan saya sendiri/ anak saya akan
tidak memiliki ibu.
Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribaditambahan
karena saya memilih bekerja, jangan biarkan Anak-anak mu hanya bersama pengasuh
mereka. Bagaimana bila dibantu pengasuhan kakek neneknya. Mudah-mudahan ini
bisa jadi penyemangat dan jawaban untuk ibu-ibu berjazah yang rela berkorban
demi keluarga dan anak-anaknya. Karena ingin rumah tangganya tetap terjaga dan
anak-anak bisa tumbuh dengan penuh perhatian, tak hanya dalam hal akademik,
tapi juga untuk mendidik agama, moral dan kepribadiannya, karena itulah
sejatinya peran orangtua. Belajar dari kesuksesan orang-orang hebat, selalu
ada pengorbanan dari orang-orang yang berada dibelakangnya, yang mungkin
namanya tak pernah tertulis dalam sejarah. Berbanggalah kau. Sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan wanita
yang paling mulia,







Artikel
0 komentar:
Posting Komentar