Gloria FM Lumajang - meski telah dilaunching sejak Desember 2009 silam, namun
program Si Gempal-aksi gemar makanan pokok local, dari kantor ketahanan
pangan, dinilai kurang terobosan. Sehingga hasilnya masih kurang memasyarakat,
di wilayah kabupaten Lumajang. Hal itu disampaikan DPRD, dalam catatan
strategisnya, terhadap LKPJ bupati Tahun 2013,di Gedung DPRD(Senin,5/5/2014).
DPRD melalui juru bicaranya Achmad Jauhari,SH.MH menyatakan, program pola
pangan harapan, di tahun 2013 dari data menunjukkan angka 85 ,81 persen. Namun,
hal itu tidak diimbangi dengan terobosan, berupa himbauan ke masyarakat.
Akibatnya, program Si Gempal seperti program yang berlalu begitu
saja." mestinya juga di kantor -kantor saat rapat konsumsinya juga makanan
lokal," ungkap Jauhari.
Kepala kantor ketahanan pangan, Ir Khairil Diany kepada tim liputan Gloria FM
menyatakan, masukan dari DPRD,melalui catatan strategis itu, akan diterima
untuk kemajuan program. Pihaknya mengklaim, pencapaian tahun 2013 sebenarnya,
ada peningkatan ketimbang tahun 2012. Meksipun diakui hal itu masih belum
maksimal." yah sekitar 1 persen lah kenaikannya", tegas Khairil.
Namun, pihaknya masih terus melakukan berbagai langkah dan upaya, agar
penganekaragaman makanan local makin dicintai dan diminati masyarakat.
"Kami terus berupaya untuk melakukan terobosan, agar program Si Gempal ini
tidak jalan di tempat",ujarnya. Pihaknya optimis dengan upaya
menjadikan rumah lestari akan menunjang program Si Gempal. (rin)







Artikel
0 komentar:
Posting Komentar