Kawan Gloria, imbas macetnya pembahasan RAPBD 2013, kegiatan SKPD yang bersifat program, serupa dengan tahun 2011 silam, tak bisa jalan. Di dinas lingkungan hidup misalnya, urusan angkutan sampah, armada tangki air, dan armada pengeruk sampah, menjadi persoalan. Di dinas kesehatan, juga mengalami hal serupa. Meski dalam urusan pelayanan dasar kesehatan sebagai urusan wajib, berjalan, seperti layanan puskesmas, namun untuk program-programnya, sulit terlaksana, karena anggaran belum dibahas di DPRD.
Hal itu diungkapkan, kepala dinas kesehatan kabupaten, dokter
Buntaran Supriyanto. Menurut BUntaran, bulan Februari ini misalnya, ada bulan timbang dan pemberian
vitamin A pada masyarakat – yakni balita. Karena hal itu meruapkan program,
mestinya ada anggarannya, namun karena APBD belum dibahas dan disahkan, maka
akan menghambat program yang mestinya diterima masyarakat.
Skpd lainnya
juga mengalami hal serupa, khususnya anggaran yang harus mausk program. Seperti
di bagian pemerintahan desa, dalam RKA nya, memropgramklan diklant untuk
pengurus BPD yang belum lama dilantik. Namun hal itu belum bsia dilaksanakan,
jika APBD yang menjadi dasar pencairan pos anggaran itu, belum dibahas dan
disahkan. Di Dinas pekerjaan umum, dengan makin banykanya keluhan jalan rusak,
juga tidak bisa dilakukan perbaikan. Karena anggarannya maish belum dibahas dan disahkan antara DPRD dengan esekutif.
Dengn majunya
ketua DPRD agus Wicaksono, wakil ketua DPRD Achmad Jauhari, dan incumbent,
Syahrazad Masdar, dalam bursa pilkada , masyarakat kuatir, konsentrasi pejabat
public pada urusan pilkada. Akibatnya, urusan rakyat Lumajang, berupa
pembahasan RAPBD ditelantarkan, dan tak jelas kapan akan dirampungkan.
REPORTER : RINI/WAHYU







Artikel
0 komentar:
Posting Komentar