Kawan
Gloria, nasib penaitia pengawas pemilu-panwaslu kabupaten lumajang sungguh
sangat memprihatikan. Pasalnya, gara-gara anggaran belum cair, dan tidak bisa
membayar uang kontrak gedung, panwaslu tidak bisa lagi ngantor di jalan MT hariyono,
karena kantornya di kunci oleh pemiliknya.
Menurut
komisioner panwaslu bidang penidnakan, Cokro Widodo, saat mau nagntor,
tiba-tiba kantornya sudah dikunci oleh pemiliknya. Hal itu karena panwaslu
belum bisa membayar perpajangan kontrakan, yang setiapa bulannya mencapi satu
juta rupiah. Dirinya juga tidak faham, kena hingga kini dana belum cair,
padahal NPHD juga telah di tanda tangani.
Belum
cairnya anggran, juga berdampak pada honor panwascam yang sudah dilantik
beberapa waktu lalu. Seharusnya, panwascam sudah harus menerima haknya, karena
telah bekerja, untuk menegawasi tahpan pemilukada Lumajang.
Sementaa
itu, pemilik rumah yang akrab disebut dengan pakde meme, mengaku panwaslu telat
tiga hari untuk membayar kontrakan. Oleh sebab itu, dirinya langsung mengunci
kator panwaslu. Seandainya dibayarpun, dirinnya juga tidak berniat untuk
memperpanjang kontrakannya lagi. Sebab, ia merasa takut, karena dalam pilkada
panwaslu biasanya menjadi jujukan masa, yang akan melakukan demo.
REPORTER : RINI/WAHYU







Artikel
0 komentar:
Posting Komentar