Kawan Gloria, momentum hari pers nasional ke 67 9 februari
2013, di saat Luamjang masuk dalam tahapan persiapan pilkada, mencuatkan
harapan drai sejumlah amsyarakat. Paling tidak, para insane jurnalis dan media,
di Lumajang, bisa berkiprah secara netral, dalam pemberitaan di pilkada 2013.
Menurut tokoh jurnalis local, Suharyo AP, yang pernah menjadi jurnalis Surabaya
post, dalam pilkada 2013 ini, pres tidak boleh ditnggangi kepentingan politik. Fungsi pers berupa informasi, pendidikan,
hiburan dan control social, harus tetap dikedepankan.
Suharyo
menyatakan, selama ini media massa yang beredar di Lumajang, tak banyak
memiliki space untuk berita berita politik. Kebnayakn berita, yang bermateri
kriminalitas. KPU Kabupaten kata Suharyo punya peran penting untuk memberikan
akses pada jurnalis untuk memperoleh informais seputar pelaksanaan pilkada
yangakan digelar 29 Mei mendatang.Tim liputan Gloria mealporkan, pers saat ini, maish dalam ancaman internal mauu eksternal. Ancaan internal, berupa penguasaan media oleh segelintri elit, untuk tujuan capital sebagai instruken demokrasi. Seperti pemilik sjeumlah media televise yang menjadi ketua umum parpol, atau pemilik perusahaan Koran yang juga birokrasi. Akibatnya media kerap menjadi alat kekuasaan. Ancaman eksetrnal, berupa ancaman dan kekerasan pada jurnalis. LBH Pers dilansir Antara menyatakan, kasus kekerasan pada jurnalis tahun 2012 cenderung meningkat.
Reporter : Rini / Wahyu






.jpg)
Artikel
0 komentar:
Posting Komentar