Kawan Gloria, semakin mudahnya
mendaptkan narkoba di kalangan anak muda, juga menjadi perhatian kusus bagi
para-ibu bhayangkari, atau par istri-istri kepolisian. Untuk itu, para ibu-ibu
bhayangkari menggelar sisialisai, bahya dan bentuk-bentuk narkoba, yang mulai
banyak ditemukan sudah merambah dikalngan perkotaan hingga pedesaan itu.
Menurut ketua Bhyayangkari, Melly Susanto, kegitan sosilasi
untuk antisipasi penyalahgunaan narkoba. Sebgai istri para polisi, harus ikut
mnendukung program polada jatim, yaitu zero narkoba 2015. Dengan program tersebut,
Tahun 2015, seluruh wialyah jawa timur bisa terbebas dari yang namnya bahaya
narkoba.
Ia berharap, dengan kegitan tersebut Lumajang bisa terbebas
dari narkoba. Sebab, nasib para generasi muda ditentukan sejak hari ini. Jika
tidak cepat tanggap, maka masa depan para generasi rusak akibat penyalhgunaan
narkoba. Saat ini menurut istri kapolres lumajang itu, narkoba tidak hanya di
kota saja, namun sudah merambah sampai ke pelosok-pelosok desa.
Dengan sosialisai yang dilakukan bahyangkari, para anggota
bhayangkari bisa mengathui bahaya, dan dampak narkoba bagi para penggunanya.
Dalam kesmepatan tersebut, seluurh cabang bhayanbgkari yang berjumlah 21,
diundang dalam kegiatan sosialisai bahay narkoba.(Yd/red)






Artikel
0 komentar:
Posting Komentar