Kawan Gloria, sejumlah PNS di lingkungan pemkab, khususnya
kalangan pendidik,ditengarai masih belum banyak yang membayarkan zakat
profesinya sebesar 2,5 persen setiap bulannya. Pasalnya, menurut sekretaris
badan amil zakat kabupaten, haji Yusuf Wibisono , lembaganya belum sampai
melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke kalangan PNS khususnya bidang
pendidikan. Oleh karenanya, target penghimpunan dana BAZ setiap tahunnya, maish
perlu dipacu.
Yusuf
menjelaskan, dari 11 ribuan PNS yang ada, jika mereka mengeluiarkan zakat
profesinya, sebesar 2,5 persen setiap bulan, akan terkumpul cukup besar. Oleh
karenanya, PR yang ada akan dicarikan
solusi, agar semua wajib zakat profesi bisa mengeluarkan zakatnya, tidak lagi
hanya mengeluarkan dalam bentuk sodaqoh dan infaq.
BAZ Lumajang
menurut Yusuf, tercatat nomor 1 di Jawa Timur, dalam penghimpunan dana.
Dari haisl evaluasi, BAZ kota kabupaten
di luar Lumajang, rata –rata dibawah 1 milyar rupiah, sementara Lumajang bsia
tembus pada angka mendekati dua milyar rupiah.
Dana
yang terkumpul di BAZ, kata Yusuf didistribusiakn ke umat, untuk zakat
diberikan ke 8 asnaf yang berhak menerima, mulai dari fakir miskin dan
seterusnya. Sedangkan dana dari infaq dan sodaqoh, digunakan untuk kegiatan
bantuan modal usaha, bhakti sosial khitanan massal dan operasi bibir sumbing,
beasiswa bagi anak – anak dari keluarga tak mampu dan lainnnya.






Artikel
0 komentar:
Posting Komentar